perulangan pada basic
PERULANGAN
Stetement perulangan terdiri dari FOR..NEXT, DO..LOOP, dan WHILE..WEND.
FOR..NEXT merupakan perulangan dimana akan berhenti yaitu saat nilai pencacah mencapai nilai akhir yang diinginkan tanpa ada proses penyeleksian. Kita bisa mengetahui berapa kali terjadi perulangan yaitu (nilai_akhir – nilai_awal) * kenaikan.
Bentuk umum statement FOR..NEXT :
FOR pencacah = nilai_awal TO nilai_akhir [STEP kenaikan]
[blok statement]
NEXT pencacah
Jika STEP tidak disebutkan maka kenaikannya adalah 1.
Contoh program :
DIM I AS INTEGER
DIM X AS INTEGER
FOR I=1 TO 5
PRINT “Bilangan ke-” ; I
NEXT I
PRINT “10 Bilangan genap pertama : ” ;
FOR X=2 TO 20 STEP 2
PRINT X;
NEXT X
END
Output program :
Bilangan ke-1
Bilangan ke-2
Bilangan ke-3
Bilangan ke-4
Bilangan ke-5
10 Bilangan genap pertama : 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20
Perulangan DO..LOOP terus dilaksanakan saat kondisi tertentu terpenuhi atau bernilai benar, jika tidak maka proses perulangan akan berhenti. Penyeleksian kondisi dilakukan setelah kata DO atau LOOP. Bentuk umumnya :
DO [{ WHILE | UNTIL } kondisi]
[blok statement]
LOOP
Atau
DO
[blok statement]
LOOP [{ WHILE | UNTIL } kondisi]
Bentuk-1 adalah looping dengan menggunakan UNTIL, bentuk-2 dengan WHILE. Perbedaannya adalah bentuk-1 proses looping akan berhenti sampai kondisi bernilai benar(Y) dan sebaliknya. Sedangkan bentuk-2 selama kondisi bernilai benar proses looping akan terus dilakukan.
Lihat contoh program berikut :
DIM I AS INTEGER, X AS INTEGER
I=0
DO
I= I + 1
PRINT I;
LOOP UNTIL I=5
PRINT
X=0
DO WHILE X < 5
X= X + 1
PRINT X;
LOOP
END
Output program :
1 2 3 4 5
1 2 3 4 5
Perulangan WHILE..WEND pada dasarnya sama dengan DO WHILE..LOOP. Selama kondisi bernilai benar proses looping terus dilaksanakan. Bentuk umumnya:
WHILE kondisi
[blok statement]
WEND
Stetement perulangan terdiri dari FOR..NEXT, DO..LOOP, dan WHILE..WEND.
FOR..NEXT merupakan perulangan dimana akan berhenti yaitu saat nilai pencacah mencapai nilai akhir yang diinginkan tanpa ada proses penyeleksian. Kita bisa mengetahui berapa kali terjadi perulangan yaitu (nilai_akhir – nilai_awal) * kenaikan.
Bentuk umum statement FOR..NEXT :
FOR pencacah = nilai_awal TO nilai_akhir [STEP kenaikan]
[blok statement]
NEXT pencacah
Jika STEP tidak disebutkan maka kenaikannya adalah 1.
Contoh program :
DIM I AS INTEGER
DIM X AS INTEGER
FOR I=1 TO 5
PRINT “Bilangan ke-” ; I
NEXT I
PRINT “10 Bilangan genap pertama : ” ;
FOR X=2 TO 20 STEP 2
PRINT X;
NEXT X
END
Output program :
Bilangan ke-1
Bilangan ke-2
Bilangan ke-3
Bilangan ke-4
Bilangan ke-5
10 Bilangan genap pertama : 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20
Perulangan DO..LOOP terus dilaksanakan saat kondisi tertentu terpenuhi atau bernilai benar, jika tidak maka proses perulangan akan berhenti. Penyeleksian kondisi dilakukan setelah kata DO atau LOOP. Bentuk umumnya :
DO [{ WHILE | UNTIL } kondisi]
[blok statement]
LOOP
Atau
DO
[blok statement]
LOOP [{ WHILE | UNTIL } kondisi]
Bentuk-1 adalah looping dengan menggunakan UNTIL, bentuk-2 dengan WHILE. Perbedaannya adalah bentuk-1 proses looping akan berhenti sampai kondisi bernilai benar(Y) dan sebaliknya. Sedangkan bentuk-2 selama kondisi bernilai benar proses looping akan terus dilakukan.
Lihat contoh program berikut :
DIM I AS INTEGER, X AS INTEGER
I=0
DO
I= I + 1
PRINT I;
LOOP UNTIL I=5
X=0
DO WHILE X < 5
X= X + 1
PRINT X;
LOOP
END
Output program :
1 2 3 4 5
1 2 3 4 5
Perulangan WHILE..WEND pada dasarnya sama dengan DO WHILE..LOOP. Selama kondisi bernilai benar proses looping terus dilaksanakan. Bentuk umumnya:
WHILE kondisi
[blok statement]
WEND
0 komentar:
Post a Comment